Viar Motor Indonesia | News
logo
Test Ride Viar Cross X 250 ES - Trail Lokal Rasa Special Engine

Category: Berita24 September 2019


Kali ini Kabaroto tidak akan mengulas motor trail produksi Jepang maupun Eropa, melainkan produksi lokal yakni Viar Cross X 250 ES, tak kalah menarik dengan pesaing-pesaingnya dari segi performa maupun tampilannya.

 

Desain bodinya memang sekilas terlihat berkiblat pada pabrikan Jepang, namun uniknya, Viar mengaplikasikan rangka model Twin Spar yang lazimnya ditemukan pada motor jenis sport agar tampilan terlihat makin kekar.

 

Viar Cross X 250 ES bisa dibilang semacam penyempurnaan dari Cross X 250 SE dengan bobot total yang lebih ringan 14 kg, diantaranya melakukan revisi bagian triple clamp dengan sistem CNC juga swing arm.

 

Menunggangi motor dengan tinggi 1.250 mm dengan 2 kaki menapak tentu bukan masalah bagi test rider Kabaroto yang punya tinggi badan 187 cm. Namun untuk tinggi badan rata-rata orang Asia di angka 165-170 cm tentu ini sedikit jadi kendala. Ya, paling tidak Sobat Kabaroto harus mencari trotoar/ tumpuan jika ingin lebih simpel.

 

Source : https://kabaroto.com/post/read/test-ride-viar-cross-x-250-es-trail-lokal-rasa-special-engine

 

Panjang motor 2.120 mm dan berat total 112 kg saja menjadikan 250 ES sebagai trail enduro yang rasanya siap untuk melibas medan off-road. Memang pemangkasan bobot sengaja dilakukan Viar agar rider tak terlalu lelah dalam bermanuver di medan menantang.

 

Fitur pada setang pun cukup unik karena penempatannya agak tak lazim bagi orang Indonesia. Seperti starter elektrik yang ditempatkan di tombol yang biasanya untuk lampu dim/ tembak. Selain itu, choke yang biasanya ditempatkan di saklar kiri paling bawah, justru ditaruh paling atas dengan bentuk seperti handle rem dan kopling hanya saja dengan dimensi lebih kecil.

 

Menggunakan choke, memang motor ini mengandalkan karburator Delorto berdiameter 32 mm. Hal positifnya, settingan bisa dimaksimalkan secara manual dan tak perlu repot dengan urusan sensor.

 

Menyinggung urusan dapur pacu, motor dengan kapasitas mesin 249,6 cc ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 25,47 dk dan torsi 23 Nm. Mesin berpendingin cairan ini menggendong single camshaft (SOHC) 4-tak yang tenaganya disalurkan ke transmisi 6 percepatan.

 

Asyiknya, waktu bejek gas motor ini di trek motocross Paramount Land, Tangerang, mindset negatif tentang motor lokal seakan terbuang begitu saja. Dari beberapa aspek motor ini bahkan bisa mirip produksi luar negeri.

 

Hal paling menonjol adalah mesinnya yang responsif ala motor-motor trail special engine (SE) yang dibuat untuk berkompetisi. Meski bukan kategori SE dan harganya jauh dibawah motor berspesifikasi SE yakni Rp 45 juta (On The Road September 2019), namun dari aspek kaki-kaki dan performa motor lokal ini memang patut diacungi jempol.

 

Hanya kendala minor yang dialami test rider Kabaroto seperti kaki-kaki sedikit bunyi dan kondisi rantai yang kurang terlalu baik serta tuas transmisi dan kopling yang tidak sinkron sejak unit tes datang. Itupun masih bisa melahap trek Paramount Land dengan baik, terbayang jika motor ini sehat, pasti lebih ganas lagi.

 

Mencoba di Jalan umum, tentunya menggeber motor dengan ban pacul ini sangat tidak nyaman, belum lagi akselerasi terasa cenderung linear. Wajar saja, motor ini memang peruntukkannya di trek tanah.

 

Melibas tikungan di trek Paramount, kaki-kaki depan dan belakang terasa mumpuni dengan diameter sokbreker depan tipe upside down yang cukup besar. Piringan cakram berdiameter 270mm pada bagian depan dan 220mm pada bagian belakang dirasa cukup untuk menghentikan laju motor di trek.

 

Sokbreker belakang monoshock unitrack system dilengkapi tabung ala kompetisi dan terlihat adjustable, meskipun ketika menjajal settingan, test rider tidak merasakan perubahan yang terlalu signifikan.

 

Meski dirancang untuk enduro, namun kapasitas tangki bahan bakar menampung sebanyak 6,7 liter. Mencoba menghitung konsumsi BBM dengan jalur Alam Sutera - Bintaro - BSD - Gading Serpong - Pamulang kondisi tingkat kemacetan sangat minim pada kecepatan rata-rata 60 kpj, didapatkan angka 19 kpl.

 

Bagi Sobat Kabaroto yang ingin 'nakal' di trek, motor seharga Rp 45 jutaan ini bisa jadi salah satu rekomendasi pemuas hasrat tanpa perlu repot modifikasi. Kapan lagi bisa dapat trail 250 cc dengan harga dibawah Rp 50 juta? Sikat!

 

Source : https://kabaroto.com/post/read/test-ride-viar-cross-x-250-es-trail-lokal-rasa-special-engine

 

Tags :
Latest News & Event
Viar Cross X 150 Dijual Rp 13 Juta, Heboh Diskon Hari Sumpah Pemuda
Bonsaibiker.com – mas bro sekalian, ada berita mantab nih dari pabrikan motor Viar Indonesia. Pabrikan ini kasih diskon khusus mas bro untuk salah satu produknya. Yup, bisa dikatakan ini termasuk Heboh!! Lha betapa tidak, Viar Cross X 150 Dijual Rp 13 Juta. Ini adalah Diskon Hari Sumpah Pemuda mas bro.[readmore]

Sambut Sumpah Pemuda, Viar Jual Motor Cross X 150 Rp13 Juta
KabarOto.com - Dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada tanggal 28 Oktober, APM otomotif lokal asal Semarang, Viar Motor Indonesia, mengadakan program khusus bertajuk "Semangat Sumpah Pemuda Semangat Berjiwa Muda". Dalam program ini, Viar membanderol secara khusus Cross X 150 menjadi Rp 13 jutaan berstatus Off The Road.[readmore]

Test Ride Viar Cross X 250 ES - Trail Lokal Rasa Special Engine
KabarOto.com - Ditengah ramainya serangan motor matic, rupanya motor bergaya trail masih digandrungi konsumen saat ini, sebut saja pabrikan Jepang yang masih berlomba memasarkan model terbarunya meski tak segencar pasar matic di pasaran.[readmore]

Edwin Super Bejo : Rambah Bisnis Kopi Keliling (Koling)Dengan Franchise 80 Juta
Sukses dengan membuka kedai Edwin’s Kupinya di bilangan Cinere dan Kemang, kini presenter dan komedian Edwin kembali melebarkan bisnisnya dengan Kopi Kelilingnya (Koling). Konsep koling ini merupakan warung berjalan yang menggunakan motor Viar roda tiga yang dimodif layaknya warung. Didalanya terdapat beberapa peralatan seperti wadah untuk memasak air yang di disain anti panas, etalase yang terbuat dari kaca, lampu untuk penerangan dan lainnya.[readmore]

logo